Wisata

Olahraga

Ekonomi

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label bulanbintang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bulanbintang. Tampilkan semua postingan

Balon Herry Darman Kantongi Restu Yusril Maju Pilwalkot 2020

Kamis, Desember 05, 2019
ilustrasi


MUHAMMADIYAH 4 PBB -- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra memberi restu Herry Darman jika ingin maju di Pilwalkot Kota Semarang 2020. Terlebih, ada kemungkinan calon Incumbent akan melawan kotak kosong. (baca)

“Kalau mau maju, maju saja,” katanya disela-sela meresmikan Kantor Dewan Pimpinan Wilayah PBB Jawa Tengah di Jalan Sriwijaya No.57 Semarang, Kamis ( 5/12/2019)

Mantan Mentri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) ini mengaku terbuka dan menyambut hangat jika terdapat wajah-wajah baru yang ingin meramaikan PBB.

“Ya kita terbuka aja siapa yang mau berpartisipasi di partai bulan bintang ini , kita sambut dengan tangan terbuka,” katanya.

Ketua DPW PBB Jawa Tengah Herry Darman mengatakan masih terlalu dini jika menyebut dirinya maju dalam pilwalkot 2020.

“Itu harus restu Ketum dulu, Ya tapi ini kan kita masih mentah, kok udah yakin aja ini,” komentarnya sambil tertawa saat ditanya akan maju dalam pilwalkot.

Menurut Herry yang juga seorang lawyer dengan prinsip 'hidup sekali, harus bermanfaat bagi sesama' ini, kehadiran Ketua Umum PPB dalam peresmian musyawarah wilayah menjadi permintaan untuk memperkuat PBB di Jawa Tengah agar tampil beda di tahun 2020.

“Mudah-mudahan kedepan saya bisa merubah mainset PBB yang ada di Jawa tengah, siapapun pimpinan DPW yang baru, nanti kami akan mencoba meyakinkan kepada masyarakat Jawa Tengah ini, dan mungkin PBB di Jawa Tengah akan berbeda,” ujarnya.

Ketua DPW yang juga Pimpinan Law Office Herry Darman, SH and Partner ini menyebut rekutmen dari kalangan millenial akan dilibatkan pada kepengurusan DPW PBB Jawa Tengah untuk program 2024.

“Pokoknya itu, guyup, maju, menang, PBB tahun 2024,” katanya optimis

Sementara itu, Usai meresmikan Kantor Dewan Pimpinan Wilayah PBB Jawa Tengah, Yusril Ihza Mahendra langsung melanjutkan memimpin Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Bulan Bintang (PBB) Jawa Tengah dengan agenda pemilihan Pimpinan wilayah PBB Jawa Tengah periode 2019 -2024.

Universitas Muhammadiyah Surakarta Gelar Otocontest 2019

Rabu, November 20, 2019
ilustrasi
MUHAMMADIYAH 4 PBB -- Penyelenggaraan UMS Otocontest 2019 di GOR Kampus 2 oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)pada 16-17 November kemarin menekankan pada satu hal lebih teknik. Become A Professional Builder yang menjadi tema acara dikemas dengan display gambaran bagaimana sebuah proses modifikasi seharusnya dilakukan. (baca)

Diikuti oleh 153 kontestan  yang berkompetisi di 18 kelas modifikasi motor, panitia UMS Otocontest 2019 menghadirkan sebuah konsep sesuai bidang mereka dalam disiplin ilmu teknik. Kehadiran builder Daritz Design yang berbicara soal desain dasar sebuah motor modifikasi menjadi salah satu materi edukasi untuk para kontestan maupun mahasiswa.

Selain itu adapula alumni UMS Teknik Mesin, Iis Siti Aisyah ST,MT,Ph.D Dosen dari Universitas Muhammadiyah Malang, pembimbing mobil listrik Srikandi yang menguraikan materi teknis seperti konstruksi frame motor termasuk segi bahan bakunya.

Tidak ketinggalan ada frame motor custom bermesin Honda GL 400 karya Pap N Mam Modified Semarang yang diangkat sebagai role model sebuah karya.  Tak hanya aliran retro custom saja, proses pembuatan motor balap juga akan dipamerkan oleh kolaborasi AP87 Frame Yogyakarta bersama Aitech yang bermaterial aluminium.

Menurut Ahmad Kholid Alghofari ST.MT, Kabagmawa Minat Bakat, penyelenggaraan acara ini dalam rangka perayaan HUT UMS ke-61  serta mendukung Fakultas Teknis bersinergi menghadirkan kegiatan keseharian mereka serta menghadirkan bagaimana perkembangan dunia modifikasi.” Kami melihat acara ini berkembang semakin bagus sejak 2006 dan berharap dapat mengasah softskill mereka dan tahun ini dengan tema Become a Profesional Builder menjadi ajang inovasi untuk kemajuan kebanggaan bangsa,” tukasnya. Ia menambahkan bahwa tahun depan direncanakan Otocontest dapat menempati gedung auditorium baru yang lebih luas kapasitasnya.

Di sudut lain, Racertees, produsen apparel Solo juga secara konsisten mendukung kiprah kreatif para mahasiswa ini dengan aneka t-shirt, tas dan jaket bertema racing.” Ini tahun keempat kami menjadi sponsor acara Otocontest yang efeknya bagus secara brand maupun penjualan masuk ke segmen modifikasi maupun mahasiswa selain dunia balap,” sebut Eko Adi Purwa dari Racertees yang mulai aktif berekspansi ke market umum khususnya anak muda.

Di luar konten modifikasi, perkembangan dunia kultur roda dua juga tampak dari kehadiran motor-motor jenis 2 tak  serta parade koleksi langka motor ber-cc kecil yang dibawa Garasi Brewox. Tidak itu saja komunitas Mods Surakarta juga mendapat tempat di arena kampus . Pendukung acara lainnya ada rolling city seputar Solo serta kegiatan nonton bareng MotoGP Valencia.

Ade Herdiwansyah, Tokoh Muda PBB yang Siap Majukan Pasaman Barat

Minggu, November 17, 2019
ilustrasi


MUHAMMADIYAH 4 PBB -- Akhir-akhir ini suhu politik dipasaman barat mulai terasa hangat, dengan bermunculannya kandidat-kandidat dalam persiapan perhelatan akbar yang akan menentukan Pasaman Barat ke depan. Oleh sebab itu hal ini juga mendorong sosok anak muda ini untuk mengambil peran. (baca)

Ade Herdiwansyah merupakan politikus muda Partai Bulan Bintang (PBB) yang namanya santer didengar pada saat pemilu lalu dengan tagline "2019 Pemilu Bersih".

Baginya politik bukan sekedar tren dan ikut-ikutan, melaikan politik adalah jalan jihad konstitusi yang tentunya dapat menentukan masa depan bangsa dan daerah. Oleh sebab itu anak muda harus berani mengambil peran dan mewarnai jalan politik Pasaman Barat kedepan.

"Ini bukanlah sekedar momen, melainkan bagaimana anak muda mendapat tempat yang sama dalam politik ke depan tanpa ada diskriminasi. Di samping itu pula kita harus mampu menciptakan kesempatan yang terbaik dan tentunya ikut Memberi warna dalam perhelatan 2020 kedepan," katanya.

Bukan hanya menunggu, lanjut Ade Herdiwansyah tetapi terus bergerak cepat dan kalau perlu melakukan lompatan-lompatan politik kekinian sehingga peluang itu betul-betul menjadi nyata.

Ungkapnya ketika ditanya soal pemilu lalu, beliau menjawab dengan santai bahwa dalam politik tidak ada kata gagal, yang ada seberapa tangguh kita untuk terus bertarung untuk menjemput hasil yang terbaik.

"Pemilu lalu adalah ajang pemanasan, maklum saya inikan pendatang baru dalam dunia politik, jadi jika diumpamakan berolah raga, kalau tidak dimulai dengan pemanasan tentu uratnya akan terasa tegang. Jadi pemanasan itu juga penting dalam politik," tutupnya sambil meminum kopi yang ada di atas meja Markaz Besar Partai Bulan Bintang Pasaman Barat.

Tepat pukul 10.00 Wib tanggal 16 November 2019 beliau mengambil berkas di PBB Pasaman Barat tanda beliau siap untuk ikut mewarnai perhelatan politik pasbar 2020

Sementara, Adiatra sekretaris PBB Pasbar mengatakan, PBB sangat sexy dan walaupun hanya satu kursi di parlemen, bukan berarti menjadi partai murahan, melainkan PBB punya nilai yang sangat tinggi dan sangat menentukan arah politik Pasbar ke depan.

"Begitu pula dengan saudara Ade Herdiwansyah ini, beliau merupakan politikus muda PBB yang cukup piawai dalam panggung politik milinial saat ini di Pasaman Barat," katanya.

Tomy Satria Yulianto Juga Mendaftar Balon Pilkada 2020 di Partai Bulan Bintang Bulukumba

Kamis, November 14, 2019
ilustrasi
MUHAMMADIYAH 4 PBB -- Bakal calon Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto makin memperlihatkan keseriusan untuk 'hattrick' di Pilkada Bulukumba tahun 2020 mendatang. Hal ini tercermin dari sikap politik TSY, akronim namanya.

Dia telah mendaftar di semua partai yang membuka penjaringan dan membuka peluang untuk umum di Kabupaten Bulukumba. Sebanyak delapan partai yang telah membuka penjaringan, yakni PDI Perjuangan, Golkar, PKS, PKB, PAN, NasDem, Gerindra dan Hanura. (baca)

Diketahui, sudah ada delapan partai yang telah membuka pendaftaran bakal calon Bupati di Kabupaten Bulukumba, jumlah perolehan kursi dari ke delapan partai tersebut mencapai 30 kursi.

Tomy Satria mengatakan, sebagai orang yang menghargai proses demokrasi, maka dia memutuskan untuk mengikuti proses seleksi di partai politik berdasarkan aturan masing-masing Parpol.

Mengikuti proses penjaringan dengan taat struktural, lanjut Tomy adalah upaya untuk tidak menciderai proses demokrasi. Dia mengatakan, mengikuti proses penjaringan atau seleksi partai politik secara berjenjang adalah cara untuk menguatkan tugas Parpol melakukan seleksi bakal calon, sebelum seleksi di KPU.

"Selain untuk mengikuti mekanisme partai proses yang berjalan ini adalah bentuk silaturrahmi politik kepada petinggi - petinggi partai politik di Kabupaten Bulukumba," kata Tomy saat dikonfirmasi belum lama ini.

Tidak hanya itu saja, Wakil Bupati aktif ini berharap agar Pilkada di Kabupaten Bulukumba berjalan aman, damai dan tertib.

"Kita memiliki tanggung jawab menciptakan pendidikan politik yang dewasa bagi masyarakat Kabupaten Bulukumba," ungkapnya.

Untuk diketahui, sebanyak 4 partai politik belum membuka pendaftaran, masing-masing; PBB 1 kursi, PPP 6 kursi, Demokrat 2 kursi dan Berkarya 1 kursi dengan total 10 kursi.

PBB akan Tetap Beri Masukan Positif ke Pemerintahan Jokowi-Maruf

Jumat, November 01, 2019
ilustrasi
MUHAMMADIYAH 4 PBB -- Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Ferry Noor mengatakan partainya akan tetap mengkritisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, meskipun berada di dalam koalisi pemerintahan.

“Kita akan tetap mengkritisi dengan bijak kebijakan Pak Jokowi walaupun kita ada di dalam (koalisi -red),” ujar Ferry kepada Okezone, Senin (28/10/2019). (baca)

Kata Ferry, cara PBB mengkritis pemerintahan Jokowi-Ma’ruf berupa memberikan masukan-masukan apabila dianggap ada kebijakan yang melenceng atau tak pro kepada rakyat.

“Kita akan memberikan masukan-masukanlah yang baik menurut PBB,” imbuh dia.

Lebih jauh, PBB berharap di era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dapat berjalan dengan baik. Sehingga tujuan dari pemerintahan dapat tercapai dengan baik.

“Kami berharap agar pemerintahan ini bisa berjalan baik, bisa berjalan dengan kompak. Sehingga pembangunan kabinet Indonesia Maju ini bisa terlaksana dengan baik,” tandasnya.

Empat Alternatif Tokoh Millenial Ini Siap Pimpin PBB Gantikan Yusril

Rabu, Agustus 07, 2019
Hairul Anas Suaidi (kiri) keponakan Mahfud MD/ilustrasi




MUHAMMADIYAH 4 PBB -- Menjelang Muktamar ke V Partai Bulan Bintang (PBB) yang rencananya digelar pada September 2019 nanti, muncul sejumlah nama dari kalangan millenial digadang-gadang untuk menjadi Ketua Umum DPP PBB menggantikan Yusril Ihza Mahendra. Mereka adalah Zulkifli Ali, Hasfil, Rijal Kobar dan Hairul Anas Suaidi.

Keempat nama tersebut mewakili unsur internal dan eksternal PBB. Dari internal, Zulkifli Ali saat ini menjabat Ketua DPP PBB dan Hasfil yang saat ini menjabat Wasekjen DPP PBB. .

Sementara, dua calon eksternal, yakni Rijal dikenal sebagai aktivis Islam dan saat ini menjadi Ketua umum (Komando Barisan Rakyat) dan Hairul Anas Suaidi yang akrab disapa Anas praktisi digital ekonomi yang juga anggota Syarikat Alumni Institut Teknologi Bandung (SA ITB).

Zulkifli atau Zul sendiri pernah menjabat sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa islam (PB HM) era Anas Urbaningrum menjabat Ketum PB HMI. Lantaran itu, Zul dikenal luas dikalangan aktivis khususnya aktivis Islam.

Hasfil termasuk mewakili millenial dan dikenal dikalangan aktivis Islam khususnya aktifis HMI. Maklum, Hasfil sempat menjabat Wakil Sekretaris HMI cabang Jakarta, mantan pengurus di PB HMI dan saat ini pengurus Syarikat Islam (SI).

Baca: Inikah Calon Ketum PBB di Muktamar ke-5 2019?

Rijal dikalangan aktivis Islam, ulama dan kyai serta kelompok nasionalis cukup dikenal. Namanya semakin mencuat saat melakukan perlawanan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dipidana penista agama. Rijal yang juga mantan aktivis HMI ini bersama kakaknya Jamran bahkan sempat mendekam di balik jeruji besi selama 6 bulan 15 hari dijerat pasal UU ITE. Banyak yang menduga, penahanan Rijal itu tak lepas dari sepak terjangnya ‘melawan’ Ahok. Apalagi, Rijal ditangkap aparat kepolisian beberapa jam menjelang aksi damai 212 di sekitar Monas, Jakarta.

Selepas dari penjara, Rijal yang selalu bersemangat jika berbicara soal ketidakadilan dan kezaliman ini tak berdiam diri. Bahkan sepak terjangnya makin diperhitungkan. Dia selalu muncul di depan dalam sejumlah aksi melawan ketidakadilan termasuk aksi-aksi massa melawan pemilu curang 2019. Sebelumnya, Rijal juga sudah memimpin aksi massa menolak pemilu curang pada Pilpres 2014 lalu.

Anas sendiri dikenal publik saat menjadi saksi Tim Kuasa Hukum Prabowo – Sandi dalam sidang sengketa Pilpres 2019. Anas yang juga mantan caleg PBB Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura Raya meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep) ini berani mengungkapkan fakta-fakta kecurangan yang diduga dilakukan oleh pasangan Jokowi – Maruf Amin sebagai rival Prabowo – Sandi. Lelaki yang merupakan keponakan Mahfud MD ini buat gempar sidang di MK lantaran mengaku pernah mengikuti pelatihan saksi TKN Jokowi-Amin.

Dipersidangan, Anas mengaku mendapat materi dari Ketua Harian TKN Jokowi-Amin yang juga Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko dengan judul ‘Kecurangan Bagian dari Demokrasi’.

Ditemui terpisah, keempat calon tersebut menyatakan siap memimpin PBB melalui forum muktamar nanti. “Memang ada dukungan dari banyak pihak kepada saya untuk maju menjadi Ketum PBB. Karena mereka menilai saya layak untuk itu. Makanya, saya nyatakan diri siap untuk maju. Mohon dukungan teman-teman semua,” tegas Zul di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Menurut Zul, saat ini PBB memang membutuhkan pembaruan. Perolehan suara PBB yang terus merosot dalam pemilu, menjadi bukti bahwa PBB harus segera dibenahi.

“Saya sudah cukup lamalah di PBB, jadi tahu apa penyakitnya. Tentu saya punya resepnya bagaimana PBB bisa bangkit kembali seperti awal berdiri tahun 1999 yang meraih suara sebanyak 2.049.708 dan menduduki 13 kursi di DPR. Begitupun di Pemilu 2004, suara PBB naik sekitar 900.000 menjadi 2.970.487, meskipun jumlah kursinya di DPR berkurang menjadi 11 kursi. Tapi, sejak Pemilu 2009 hingga 2019 ini suara PBB makin anjlok. Tentu ada masalah dan salah satu masalahnya soal leadership. Insha Allah, saya siap pimpin PBB,” tegas Zul.

Senada dengan Zul, Hasfil pun menyatakan kesiapannya untuk maju merebut kursi Ketum DPP PBB. Alasannya, PBB harus segera berbenah diri melalui pergantian pucuk pimpinan. Jika tidak, maka PBB diyakini akan menjadi kenangan.

“Kalau PBB mau maju, memang harus ada perubahan termasuk pengurusnya. Kawan-kawan di internal mendorong saya untuk maju sebagai ketum. Karena saya diberi amanah, maka Insha Allah, saya siap maju ikut berjuang bersama-sama membangun dan membesarkan PBB,” jelas Hasfil.

Rijal sendiri mengaku cukup mengenal PBB, karena akrab dengan sejumlah elit PBB. Diantaranya dengan MS Kaban (Ketua Majelis Syuro PBB), Yusril (Ketum DPP PBB), Jamaludin Kariem (Wakil Ketua DPP PBB) dan lainnya. Karena itu, Rijal sudah meyakinkan dirinya untuk maju memimpin partai warisan Masyumi itu.

“Dengan PBB saya cukup familiar meskipun saya bukan pengurus. Komunikasi dengan Bang Kaban, Bang Yusril dan Bang Jamal cukup baik. Makanya, saya juga tahulah apa masalah yang membelit PBB sampai perolehan suaranya terus anjlok. Saya diminta kawan-kawan dari internal PBB dan juga didukung Ormas Islam agar maju sebagai Ketum PBB. Kalau memang Allah menghendaki saya untuk memimpin PBB, Insha Allah saya siap,” jelasnya.

Sementara Anas yang dihubungi melalui telepon selularnya juga menyatakan kesiapannya untuk maju. Dia merasa terpanggil untuk membenahi PBB sebagai bentuk kepeduliannya terhadap Umat Islam.

“Saya kemarin caleg PBB dan prihatin dengan kondisi PBB saat ini. Makanya, saya merasa terpanggil untuk membenahi setelah mendapat dukungan dari para tokoh di PBB dan Ormas Islam. Insha Allah saya sudah punya konsep yang sebenarnya sudah saya paparkan dihadapan sahabat-sahabat PBB saat seminar soal nasib parpol Islam psaca Pemilu 2019 di Sentul, Bogor kemarin. Jadi, insha Allah kalau didukung, maka saya siap untuk maju menjadi Ketum PBB,” tegas Anas.

Internal Siap Isi Jabatan Sekjen PBB

Wasekjen DPP PBB, Abdul Kadir Assegaf yang akrab disapa Habib Kadir mengungkapkan adanya keinginan dari internal dan Ormas Islam agar PBB melakukan pembenahan. Caranya, dengan peralihan kekuasaan secara konstitusional melalui muktamar.

“Iya, memang ada keinginan kuat dari kawan-kawan di PBB dan tokoh Islam baik di Ormas maupun para intelektual Muslim agar PBB segera berbenah diri dan melakukan pergantian kepemimpinan melalui muktamar. Makanya, muncul nama Zulkifli, Rijal Kobar dan Anas yang dianggap mewakili kelompok Islam millenial. Ini juga mencuat saat seminar di Sentul kemarin,” beber Ketua Panitia Seminar Nasional ‘Prospek Partai Islam Pasca Pilpres dan Pileg 2019 di Indonesia’ di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat pada 25 – 26 Juli 2019 yang digagas Forum Aktivis Islam.

Sementara Ketua DPP PBB, Yusuf Hasani menilai tiga nama yang muncul sebagai calon Ketum PBB itu memenuhi persyaratan yang diinginkan Umat Islam.

“Mereka bertiga para caketum itu saya anggap punya kapasitas. Mereka memiliki kredibilitas, integritas dan yang terpenting sikap istiqomah yang sudah langka saat ini. Kami dukung mereka untuk menjadi Ketum PBB. Apalagi, Rijal itu istiqomah dan jejak perjuangannya jelas. Sama dengan Zul, Rijal itu kader Umat Islam yang Insha Allah baik,” ujar Yusuf.

Yusuf berharap, persoalan penting yang menjadi sumber utama anjloknya perolehan suara PBB bisa dijawab para calon. Yakni, soal kepemimpinan, komunikasi dan kaderisasi. “Jujur saja, ada beberapa pengurus khususnya di DPP PBB yang tak memiliki kompetensi. Sehingga, PBB makin anjlok. Ada pengurus yang tak paham AD/ART, inikan parah. Belum lagi soal komunikasi dan kaderisasi tak jalan,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Wasekjen PBB, Yunasdi juga menilai pergantian kepemimpinan di PBB sudah menjadi kebutuhan. Jika tidak dilakukan, dia khawatir PBB makin hancur.

“Kalau tak ada pembaruan di PBB, maka tinggal tunggu waktu PBB hancur. Makanya, kami dukung majunya empat caketum yang mewakili kalangan millenial Muslim. Insha Allah PBB kembali bangkit,” tandasnya. (sumber)

Trisakti Muhammadiyah, Jangan Gagap Menghadapi Zaman

Minggu, Agustus 04, 2019
ilustrasi


MUHAMMADIYAH 4 PBB -- MUHAMMADIYAH dibentuk oleh Kiai Dahlan untuk merespons keadaan sosial-masyarakat di dekade awal abad ke-20 yang sangat terpuruk.

Kondisi pendidikan sangat tidak layak, bahkan banyak masyarakat tidak mendapatkan hak pendidikannya akibat sikap diskriminasi VOC Belanda yang hanya memprioritaskan kaum ningrat yang memperoleh pendidikan.

Begitu pula kondisi perekonomian, sangat jauh dari kata cukup, ditambah dengan munculnya berbagai macam penyakit yang menimpa masyarakat akibat dari kekurangan nutrisi makanan yang bergizi.

Itulah zaman malaise; sebuah keadaan yang serba lesu dan sulit di berbagai bidang.
Berbasis data dan fakta di lapangan kala itu: bidang pendidikan, bidang kesehatan, dan bidang sosial yang tidak dipikirkan oleh banyak orang, maka Kiai Dahlan berinisiatif membuat organisasi kemasyarakatan bercorak sosial-keagamaan.

Organisasi tersebut dinamakan Muhammadiyah, didirikan pada 18 November 1912 di kota Yogyakarta. Sebagai gerakan sosial-keagamaan yang lahir dan tumbuh di perkotaan, ia memiliki corak keagamaan yang relatif berbeda dengan masyarakat yang berada di kultur perdesaan.

Yogyakarta ketika itu, berada di bawah hegemoni kultural keraton, dominasi politik Belanda kolonial dan dominasi ekonomi golongan Tionghoa.

Islam merupakakan fenomena pinggiran, berada di kampung-kampung, tidak berada di pusat kota (Kuntowijoyo, 1991: 267-268).

Akibat pola keagamaan yang dihadapi bercorak sinkretik-tradisional maka gagasannya lebih pada purifikasi Islam dari syirik, bid’ah, dan khurafat. Hal tersebut dilakukan sebagai cara mengubah pola pikir masyarakat agraris ke masyarakat industrial, atau masyarakat tradisional ke masyarakat modern.

Segala sesuatu yang dianggap menghambat kemajuan, supaya ditinggalkan karena kehidupan di perkotaan lebih dinamis, mobil, dan kosmopolit. Berbeda dengan kehidupan masyarakat tradisional (agraris) yang settled, menempat, tidak mobil, cenderung kolot.

Trisakti Muhammadiyah Awal
Pendidikan sebagai tugas utama yang mesti diemban oleh manusia sebagai khalifah di muka bumi menjadi sentral dari gerakan Muhammadiyah. Inilah Trisakti pertama.

“Menuntut ilmu itu dari sejak dalam kandungan hingga sampai ajal menjemput”, peribahasa Arab tentang pendidikan inilah yang menjadi rujukan. (selanjutnya)

Idul Adha 11 Agustus, Muhammadiyah: Insya Allah Sama

Minggu, Agustus 04, 2019
ilustrasi



MUHAMMADIYAH 4 PBB -- Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan akan mengelar sidang isbat penentuan Idul Adha pada Kamis, 1 Agustus mendatang. Meski begitu, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengeluarkan pernyataan penetapan Idul Adha 2019.

Melalui pernyataannya, PP Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Ahad, 11 Agustus 2019. Penetapan ini, berdasarkan pada hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Yunahar Ilyas mengatakan, penetapan ini berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal oleh Majelis Tarjih dan Tahdid PP Muhammadiyah. Dia meyakini, penetapan hari raya Idul Adha yang ditetapkan Muhammadiyah, kemungkinan besar sama dengan hasil sidang isbat Kementerian Agama.

“Insya Allah sama, karena sudah tiga derajat. Kalau Kemenag itu intinya, kalau sudah dua derajat masuk, ini kan sudah tiga derajat, insya Allah sama,” kata Yunahar Ilyas saat ditemui di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa (30/7).

Jika pun berbeda, Yunahar mengaku tidak terlalu khawatir. Karena menurutnya, perbedaan penetapan Idul Adha bukanlah masalah besar. Sebaliknya, jika penetapan hari raya Idul Adha di Indonesia berbeda dengan penetapan Arab Saudi, maka kemungkinan menimbulkan masalah.

“Kalau Idul Adha itu yang kita khawatirkan bukan beda sesama kita, tapi beda dengan Saudi. Ya kalau beda dengan Saudi ya bisa terbelah lagi. Ada yang ikut Saudi, ada yang ikut Kemenag,” ujar Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu.

“Tapi karena ini sudah tiga derajat, maka insya Allah sama. Kalau repot itu kalau masih 0,1 atau 1 derajat, karena bisa beda kita dengan Saudi, tapi karena sudah tiga derajat, insya Allah sama,” sambung Yuhanar.

Sebelumnya, Pengurus Pusat Muhammadiyah melalui maklumat nomor 1/MLM/I.0/E/2019 tertanggal 16 Maret 2019, menyampaikan penentuan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 11 Agustus 2019. Tak hanya menetapkan Idul Adha, dalam surat itu juga ditetapkan awal Ramadan 1440 H dan 1 Syawal 2019.

Di sisi lain, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin mengatakan, Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penentuan Idul Adha. Sidang tersebut rencananya akan dilaksanakan di Auditorium HM. Rasjidi, Kementrian Agama RI pada Kamis, 1 Agustus mendatang.

“Sidang isbat awal Zulhijjah akan dilaksanakan Kamis, 1 Agustus 2019 M di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta," ujar Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (30/7).

Amin diperkirakan akan memimpin langsung pelaksanaan sidang, menggantikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang berhalangan hadir, karena tengah bertugas sebagai amirul hajj atau pemimpin haji di Arab Saudi.

Sidang isbat nantinya akan dihadiri sejumlah tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia, para Duta Besar Negara sahabat, Komisi VIII DPR, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kemudian, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama, serta Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama (Kemenag). (sumber)
 
Copyright © Keluarga Muhammadiyah Pendukung Partai Bulan Bintang. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates